Ayah
Air mata menitik kala mengingatmu.
Mengingat masa-masa indahmu bersama ibu. kala kalian tertawa, senyumku pun tersembul…
Saat kalian bahagia, hatiku terasa hidup.
Namun mengapa semua terbang tak tentu.
Kenangan-kenangan pahit telah menggores masa kecilku.
Memporak-porandakan mahligai indah yang terbina bertahun-tahun.
Air mata menitik kala mengingatmu.
Mengingat masa-masa indahmu bersama ibu. kala kalian tertawa, senyumku pun tersembul…
Saat kalian bahagia, hatiku terasa hidup.
Namun mengapa semua terbang tak tentu.
Kenangan-kenangan pahit telah menggores masa kecilku.
Memporak-porandakan mahligai indah yang terbina bertahun-tahun.
Air mata Ayah – oleh Sharoh Widiasmara
Hari itu dia tersenyum
Namun air mata tetap mengalir di pipinya
Bagaimana mungkin seorang gadis kecil akan mengerti
Dulu memang aku bisa kau bohongi
Sekarang aku yang tersenyum
Namun air mata ku tetap mengalir
Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa kau bohongi
Tahukah kau aku telah menjadi dewasa?
ya Ela Oktaviani
Namun air mata tetap mengalir di pipinya
Bagaimana mungkin seorang gadis kecil akan mengerti
Dulu memang aku bisa kau bohongi
Sekarang aku yang tersenyum
Namun air mata ku tetap mengalir
Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa kau bohongi
Tahukah kau aku telah menjadi dewasa?
ya Ela Oktaviani
Wahai Ayahku ..
Engkau bagaikan perisai ..
Yang mampu melindungiku ..
Dari mara bahaya datang yang berusaha melukaiku..
Ayah ..
Kasih sayangmu yang begitu tulus ..
Yang mampu menenangkan hatiku ..
Hingga aku terjaga dalam naungan hangatnya kasihmu ..
Engkau bagaikan perisai ..
Yang mampu melindungiku ..
Dari mara bahaya datang yang berusaha melukaiku..
Ayah ..
Kasih sayangmu yang begitu tulus ..
Yang mampu menenangkan hatiku ..
Hingga aku terjaga dalam naungan hangatnya kasihmu ..
Pulanglah Ayah – oleh Septy Amalia
Didalam kesunyian malam..
Ku terdiam dan membisu..
Kadang kala hati ini brtany_tanya..
Mengapa kau tinggal kan qw ayah..
16 thun sudah brlalu..
Aku ynk dlu kecil skrang..
Sudah beranjak dewasa..
16 thun q menanti
kedatangan mu ayah..
Ku terdiam dan membisu..
Kadang kala hati ini brtany_tanya..
Mengapa kau tinggal kan qw ayah..
16 thun sudah brlalu..
Aku ynk dlu kecil skrang..
Sudah beranjak dewasa..
16 thun q menanti
kedatangan mu ayah..






0 komentar:
Posting Komentar