inb November 2014 ~ "

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 30 November 2014

romantis

PURNAMA TANPA AKHIR CERITA
Oleh Astrie Linda

Kuceritakan lagi tentang purnama..
Suatu hari..
Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan
Tepat!
Dipermulaan bulan Dzulhijah
Purnama akan segera pergi
Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan
Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti
Tidak ada akhir cerita..

Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali
Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi
Sampai aku terbangun kembali dan menyadari
Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri

Kuingatkan padamu, simpan rapat rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..
Malam indah yang sinarmu begitu sempurna
Cerita kita tidak akan pernah berakhir, Purnama
Karena Purnama akan selalu ada pada setiap waktunya..
KAU ISTIMEWA
Oleh Laila Zulfiatus

Menjadikan mu matahari dijiwaku
Memilikimu , menanam setiap memori indah
Kau itu istimewa.
Laksana purnama yang datang sekali saja
Bak permata dengan goresan terindah
Bagaikan sirius dengan cahaya terangnya
Cantik , indah dihatiku.
Walau sekarang , mata tak dapat menatap
sosok yang luar biasa
Tapi jiwa ini akan selalu tetap
Pada keteguhan hati , pada kemantapan kasih
Dalam sujud ,dalam doa , dalam setiap hembus nafas .
Kau akan selalu disini.
Aku tahu , dan aku bisa mencerna
Cenderungmu memang mendua
Asamu menuntut lebih sekedar dari satu hawa
Namun aku yakin , sayangmu tetap disini ,
rumah ternyamanmu masih disini.
SURAT CINTA UNTUK WANITA TERINDAH
Oleh Imam Aris Sugianto

Seandainya kau tahu tentang isi hatiku
Aku akan mencurahkannya kepadamu

Bayang-bayang dirimu selalu menari-nari dibenakku
Kaulah wanita terindah yang selalu menghiasi hidupku
Dan kau jualah wanita yang selalu bersemayam dalam jiwaku.

Izinkanlah aku menjadi seseorang yang teristimewa dalam hidupmu
Dan jadikalah aku menjadi kekasih hatimu dalam setiap langkahmu

Cintaku kepadamu tak akan pernah pupus walau dimakan zaman
Sayangku kepadamu tak akan pernah pudar walau badai menghadang

Kaulah wanita pertama dan terakhir dalam hidupku
Kaulah cinta pertama yang selalu menghiasi jiwa dan hatiku

Tahukah kamu?
Detak jantung ini selalu berdegup jika bertemu denganmu
Wajahmu yang elok dan cantik tidak bisa terhapus dalam memoriku

Indahnya cinta bila hanya bersamamu
Namamu akan selalu terukir dalam setiap nafas hidupku
Bolehkah aku mengatakan sesuatu melalui surat cinta ini?
Ternyata, I’m falling in love to you…
AKU RINDU SENYUMMU
Oleh Abdul Ghofar

Senyum simpul terbalut oval smpurna wjahmu,
mendendangkan ceria cemara menyambut mentari.

Senyummu,
menggetarkan dawai kerinduan direlung hati ini,
melukiskan berlaksa pelangi dalam sketsa ruang dan waktu yang tak berhingga.

Senyummu,
memancarkan aura tak terdefiniskan,
melahirkan spiderman,
menerbangkan superman,
dan melumatkan kekuatan raksasa The King Kong.

Senyummu,
mengacaukan kemampuan pemahaman kecerdasan otak einstein,
menghadirkan pmahaman tak logis,
rasa terasi berbah manis,
pisang sepet berasa madu murni asli dcampur gula pasir satu kilo.

Ooooh.....
Senyummu itu aku rindu,
pahatan sempurna Sang Master Desainer.

Senyummu aku rindu.
Terbalut oval cantik smpurna wajahmu
HUJAN TANPA TERPAL
Oleh Dwi Wurianti

Hujan menyanyikan sebuah syair
Melihat semua yang ia kenali..
Menunggu hujan selesai menjatuhkan butiran berliannya
Aku menyaksikan seuntai senyuman yang membuatku ikut bahagia

Dari lamunan polos itu aku tersadar
di tempat ini ia melihatku
dari sini nampak jelas ia mengawasiku
Melihat setiap langkah kemanapun aku pergi

Dan dari sini pula aku tersadar
hujan belum berhenti
Mereka masih tertawa ditengah hujan tanpa terpal

Menyaksikan mereka yang tak henti tertawa
Aku kembali sadar bahwa aku sendirian
Menunggu seseorang yang telah melantunkan janji padaku
Menunggunya datang dan pergi bersama

Hujan memang indah
Aku menyadari banyak hal dari semuanya
Saat hujan menyapa di depan mata
Aku tersadar bahwa hujan belum berhenti
TENTANG KAMU
Oleh Imam Aris Sugianto

Wajahmu selalu terbayang dibenakku
Ketika menatap matamu yang indah
Getaran cinta itu mulai merambah

Mendengar suaramu yang merdu
Membuat hatiku terasa syahdu
Hati ini rasanya ingin memilikimu seutuhnya
Tak sanggup aku memendam rasa ini padamu
Rasanya aku ingin menjadi bagian terpenting dalam hidupmu
Kaulah orang terkasih yang kini ada didalam hidupku
Kaulah pujaan hatiku

Saatku sebut namamu
Seakan-akan hatiku tidak ingin lepas darimu
Kehadiranmu membuat hidupku lebih indah
Senyumanmu seolah-olah melelehkan hatiku
Semua akan terasa manis bila melihatmu

Ini tentang kamu…
Kamu yang selalu membuatku berharap
Namun, entah sampai kapan aku harus terus berharap akan dirimu ?
JADIKANLAH AKU DEWA DIHATIMU
Oleh Imam Aris Sugianto

Seiring waktu berjalan bersamamu
Ketika itu pula benih-benih cinta tumbuh dihatiku

Semakin hari aku semakin terjerat oleh cinta yang terpancar dimatamu
Sungguh,jantung ini selalu berdebar ketika aku menatapmu

Cinta…oh….cinta..
Apakah ini namanya cinta
Jikalau memang ini cinta
Izinkalah aku menjadi dewa dihatimu

Biarlah aku menjadi bintang didalam jiwamu
Izinkan aku menjadi malaikat penjaga hatimu
Dan biarlah aku mengatakan bahwa aku mencintamu….
DESIR RINDU ILALANG
Oleh Minarni

Tak lagi jatuh mawar itu
Ia mengemasi rantingnya sendiri
Kering namun tak kerontang

Sajakku saja di kelopaknya
Membenahi puing-puing dedaunan yang kisruh menjatuhkan diri
Sudah pergi ...
Sudah hilang bersama semilir senja

Bulir embun meriyak
Menjamah muara di tepian telaga

Ilalang ...
Ilalang merindu sendu
Mengapung dibeningnya serambi hati
Merah
Menyapanya
Desir rindu yang ditunggu
Membiarkan dia tak kembali
Dalam selaksa rindu kumerajuk
Tak mengapa ...
Rindu
RAMBU CINTA
Oleh Pauz

Ku disini menyayangimu
Kau pun disana menyayangiku
Kita buktikan cinta itu suci

Aku di jalur ini
engkau berada dijalur itu
kita buktikan cinta itu lurus

Hingga waktu menyatukan kita
sampai nanti kita satu arah arah
dan saling setia

Sampai pada jalan yang sama
hasrat yang sama
dan rambu yang sama

Merah kita berhenti untuk rencana
kuning kita bersiap demi komitmen
hijau kita siap mulai menjalani semua bersama
Kini ku tak bisa mendengar canda tawamu Kini ku tak bisa mendengar suaramu selembut sutera Kini rangkaian kisah mimpi indah telah berlalu Dan kini ku tlah kembali ke dunia nyataku tanpa hadirmu Ku sadar bahagiamu hanya ada padanya Aku sadar aku tak sesempurna dia Aku hanyalah seseorang dari ribuan orang yg mencintaimu Dan aku sadar cintamu bukan untukku Awan mendung di langit Rintikan hujan tiada henti Seakan memberi tanda kau tlah pergi kau tak lagi temani hari-hariku Malam sepiku menangis tersedu Ingatkan kisah-kasih nan syahdu Hanya rintikan hujanlah yang temani diamku Berharap kau lekas kembali Walau ku tahu kau pergi tuk sementara Tapi terasa lama ku menanti Kini ku hanya bisa menghitung detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun Berharap kau kan kembali Kini ku hanya bisa berharap Senyummu akan selalu temani harimu waktu demi waktu kan berlalu secepat angin berlalu Ku tahu kau bukan milikku Andai kau tahu betapa berarti dirimu bagiku Satu hari tanpamu Bagai satu tahun ku sendiri Musim SEMI tanpa dirimu Bagaikan Musim Semi tanpa Bunga SAKURA

link : http://www.puisigalau.net/musim-semi-tanpa-bunga-sakura.html
Kini ku tak bisa mendengar canda tawamu Kini ku tak bisa mendengar suaramu selembut sutera Kini rangkaian kisah mimpi indah telah berlalu Dan kini ku tlah kembali ke dunia nyataku tanpa hadirmu Ku sadar bahagiamu hanya ada padanya Aku sadar aku tak sesempurna dia Aku hanyalah seseorang dari ribuan orang yg mencintaimu Dan aku sadar cintamu bukan untukku Awan mendung di langit Rintikan hujan tiada henti Seakan memberi tanda kau tlah pergi kau tak lagi temani hari-hariku Malam sepiku menangis tersedu Ingatkan kisah-kasih nan syahdu Hanya rintikan hujanlah yang temani diamku Berharap kau lekas kembali Walau ku tahu kau pergi tuk sementara Tapi terasa lama ku menanti Kini ku hanya bisa menghitung detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun Berharap kau kan kembali Kini ku hanya bisa berharap Senyummu akan selalu temani harimu waktu demi waktu kan berlalu secepat angin berlalu Ku tahu kau bukan milikku Andai kau tahu betapa berarti dirimu bagiku Satu hari tanpamu Bagai satu tahun ku sendiri Musim SEMI tanpa dirimu Bagaikan Musim Semi tanpa Bunga SAKURA

link : http://www.puisigalau.net/musim-semi-tanpa-bunga-sakura.html
Kini ku tak bisa mendengar canda tawamu Kini ku tak bisa mendengar suaramu selembut sutera Kini rangkaian kisah mimpi indah telah berlalu Dan kini ku tlah kembali ke dunia nyataku tanpa hadirmu Ku sadar bahagiamu hanya ada padanya Aku sadar aku tak sesempurna dia Aku hanyalah seseorang dari ribuan orang yg mencintaimu Dan aku sadar cintamu bukan untukku Awan mendung di langit Rintikan hujan tiada henti Seakan memberi tanda kau tlah pergi kau tak lagi temani hari-hariku Malam sepiku menangis tersedu Ingatkan kisah-kasih nan syahdu Hanya rintikan hujanlah yang temani diamku Berharap kau lekas kembali Walau ku tahu kau pergi tuk sementara Tapi terasa lama ku menanti Kini ku hanya bisa menghitung detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun Berharap kau kan kembali Kini ku hanya bisa berharap Senyummu akan selalu temani harimu waktu demi waktu kan berlalu secepat angin berlalu Ku tahu kau bukan milikku Andai kau tahu betapa berarti dirimu bagiku Satu hari tanpamu Bagai satu tahun ku sendiri Musim SEMI tanpa dirimu Bagaikan Musim Semi tanpa Bunga SAKURA

link : http://www.puisigalau.net/musim-semi-tanpa-bunga-sakura.html
Musim Semi Tanpa Bunga Sakura Karya PuisiGalau.Net Facebook puisi musim semi tanpa sakura 12 October 2014 Kini ku tak bisa mendengar canda tawamu Kini ku tak bisa mendengar suaramu selembut sutera Kini rangkaian kisah mimpi indah telah berlalu Dan kini ku tlah kembali ke dunia nyataku tanpa hadirmu Ku sadar bahagiamu hanya ada padanya Aku sadar aku tak sesempurna dia Aku hanyalah seseorang dari ribuan orang yg mencintaimu Dan aku sadar cintamu bukan untukku Awan mendung di langit Rintikan hujan tiada henti Seakan memberi tanda kau tlah pergi kau tak lagi temani hari-hariku Malam sepiku menangis tersedu Ingatkan kisah-kasih nan syahdu Hanya rintikan hujanlah yang temani diamku Berharap kau lekas kembali Walau ku tahu kau pergi tuk sementara Tapi terasa lama ku menanti Kini ku hanya bisa menghitung detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun Berharap kau kan kembali Kini ku hanya bisa berharap Senyummu akan selalu temani harimu waktu demi waktu kan berlalu secepat angin berlalu Ku tahu kau bukan milikku Andai kau tahu betapa berarti dirimu bagiku Satu hari tanpamu Bagai satu tahun ku sendiri Musim SEMI tanpa dirimu Bagaikan Musim Semi tanpa Bunga SAKURA

link : http://www.puisigalau.net/musim-semi-tanpa-bunga-sakura.html
Musim Semi Tanpa Bunga Sakura Karya PuisiGalau.Net Facebook puisi musim semi tanpa sakura 12 October 2014 Kini ku tak bisa mendengar canda tawamu Kini ku tak bisa mendengar suaramu selembut sutera Kini rangkaian kisah mimpi indah telah berlalu Dan kini ku tlah kembali ke dunia nyataku tanpa hadirmu Ku sadar bahagiamu hanya ada padanya Aku sadar aku tak sesempurna dia Aku hanyalah seseorang dari ribuan orang yg mencintaimu Dan aku sadar cintamu bukan untukku Awan mendung di langit Rintikan hujan tiada henti Seakan memberi tanda kau tlah pergi kau tak lagi temani hari-hariku Malam sepiku menangis tersedu Ingatkan kisah-kasih nan syahdu Hanya rintikan hujanlah yang temani diamku Berharap kau lekas kembali Walau ku tahu kau pergi tuk sementara Tapi terasa lama ku menanti Kini ku hanya bisa menghitung detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun Berharap kau kan kembali Kini ku hanya bisa berharap Senyummu akan selalu temani harimu waktu demi waktu kan berlalu secepat angin berlalu Ku tahu kau bukan milikku Andai kau tahu betapa berarti dirimu bagiku Satu hari tanpamu Bagai satu tahun ku sendiri Musim SEMI tanpa dirimu Bagaikan Musim Semi tanpa Bunga SAKURA

link : http://www.puisigalau.net/musim-semi-tanpa-bunga-sakura.html

perpisahan

UNTUK PERPISAHAN
Oleh Miftahul Hanifah Qohar

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai ni'mat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu

Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku
Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani

Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku
Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti
Masih bisa kumenghibur diri
Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik
Tanpa sebersit keraguan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Masih adakah kesempatan bagiku
Tuk membersihkan jiwa dan hatiku

Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan
Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan
Masih kudengar dan kurasakan
Suara-suara yang menghibur
Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal
Tapi bila tiba waktu berpisah
Adakah yang akan menghiburku
Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan
PERPISAHAN SAHABAT
Oleh Kharidah Is'ad

Sesunyi malam yang bertabur bintang
Seindah alunan gitar yang kau mainkan
Semua kenangan ini takkan pernah kulupakan

Saat kita tertawa bersama
Suka duka telah kita lewati
Aku sangat bahagia telah mengenalmu
Kau selalu mengerti perasaanku

Aku ingin selalu bersamamu
Namun, waktu berkata lain
Kau pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya
Tangisku mengiringi kepergianmu

Andai aku tahu kapan saat kau pergi
Aku akan menghabiskan waktu terakhirku bersamamu

Sahabat…
Aku akan selalu merindukanmu
Selamat jalan sahabatku
PERPISAHAN
Oleh Rizky Gana Sentika

Hari demi hari berlalu
Dan bulan demi bulan pun berlalu
Sebentar lagi kau akan pergi ,
Pergi meninggalkan aku

Terpaksa kau pergi
Karena suatu keadaan,
Keadaan yang harus
Memisahkan kita berdua

Walau kau jauh disana
Aku mohon kenanglah
Kenangan-kenangan
Saat kita selalu bersama dulu

Kini canda tawamu
Telah tiada ,yang ada hanya
Goresan luka di hatiku
Karena kau sudah tak di sampingku
SELAMAT TINGGAL
Oleh Siti Nurningsih

Detik-detik waktu mulai berkata
Tik! Tik! Tik!
Bertanda ku akan menghilang

Pelukan erat mulai menyapa
Tangisan haru mulai meraung
Kata-kata perpisahan mulai terucap
Kata-kata cinta mulai terdengar

Ku percepat langkah kakiku
Untuk menyusuri ibuku
Sedangkan mereka masih di sini

Lambaian tangan mulai terangkat
Ku langkahkan kaki ku
Tuk terakhir di Selat

Wajah menatap dengan duka
Senyum manis mulai hilang
Janji-janji suci mulai berkata
Akankah aku akan kembali tuk mereka?
Tidak! Tidak!
Benih-benih cinta kan selalu tersimpan dihati

Sayang,
Selamat tinggal
Kawan!
Selamat tinggal
Selamat tinggal semuanya
BERPULANG
Oleh Arina Listiyaningrum

Jalan yang kulalui begitu gelap
Titik demi titik cahaya kian menghilang
Semangatku dan kekuatanku telah redup
Langkahku terhenti
Aku terjatuh

Gapailah tanganku nak
Raihlah kembali semangatku
Jangan biarkan ia terpendam oleh keputus asaan

Galilah nak
Temukan kembali kekuatanku
Jangan biarkan aku lemah dengan penderitaan

Kemudian
Lepaskan dan terbangkanlah semangat dan kekuatan itu
Biarkan angin menguraikannya ke udara
Dan menghembuskannya pada anak cucuku
Aku mundur
Aku dan usiaku
Waktu telah melenyapkannya

Kini saatnya aku akan berpulang
CORETAN TERAKHIR KEPADA KAWAN
Oleh Nadya Nur Oktaviani

Ketika sore mulai ranum
Angin petang menyentuh kulit
Apa kau kira desau angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak

Bukankah esok lusa kita akan beranjak dari sini !
Meninggalkan semua memori
Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak
Ini adalah selamat berpisah yang tak terucap

Harusnya aku tega melepas semua tentang kita
Namun cobalah sekali lagi iringi kepergianku tanpa lelah doa
Sorepun beranjak malam
Sunyinya menusuk hati

Aku sedang teringat
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari

Kita tak sedang beringus atau menangis tanpa sebab dipojok kelas
Kita juga tak sedang kesal atau menggerutu
Karena bapak dan ibu guru tak memahami kita
Aku menggigil di pucuk malam

Aku ingat betul kita pernah
Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama
Ayo kawan kita lekas berkemas
Malam tak selamanya menjaga kita dari matahari pagi

Siang adalah bayangan nyata
Kenyataan yang tak mampu kita hindari
Bahwa hari ini kita mulai berjalan sendiri
Selamat jalan kawan....Selamat jalan  
SEPENGGAL KATA TERAKHIRKU
Oleh Siti Nurhidayah

Kasih…
Maaf jika kini kutak lagi bisa menjagamu
Bukan ku tak sayang
Bukan ku membencimu
Tapi…
Jalan kita berbeda
Langkah kita tak sejalan

Kenanglah aku kasih
Kenang aku sebagai
Kekasih terindahmu
Sebagai bintang hati yang pernah kau miliki
Jangan menangis
Karna tangisanmu hanya akan memberatkan langkahku
PERPISAHAN
Oleh Ali

Mata yang berkaca-kaca...
Jantung yang berdetak-detuk tak menentu
Pikiran melayang-layang
Itulah terpaan gemuruh rasa dalam hatiku
Yang menemani saat ku tlah terpisah darimu

Waktu ini adalah saat waktu yang menyiksa
Menyiksa dirimu dan diriku
Waktu yang terasa lambat berputar
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi

Kini semua hanya tinggal kenangan,
kenangan indah yang tlah kita lalui
Canda-tawa,sedih,kesal,khawatir dan rasa takut terpisahkan
Itulah perasaan yang menggumuli hati kita selama ini dan
rasa takut itu kini tlah menjadi kenyataan.
Aku mengerti kau begitu sakit saat ini
Terpisah dan terpenjara sepi disana
Namun ketahuilah kasih.....
Diri ini jauh lebih sakit merasakan semua ini

Aku bingung dan tak tahu harus bagaimana
Banyak hal yang tak dapat kukatakan dan ku jelaskan
Banyak hal yang tak kau mengerti maksud hati dan semua ini
Maafkanlah... cobalah tuk mengerti dan memahami
ambillah hikmat dari semua ini
Jauhkan rasa dendam dan benci, aku mohon...
Yakin dan percayalah semua ini kan ada hikmat nya

Ketahuilah kasihku,
aku tak akan lupa dan tak akan perrnah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita
Kenanglah kasih.......

ayah

Ayah
Air mata menitik kala mengingatmu.
Mengingat masa-masa indahmu bersama ibu. kala kalian tertawa, senyumku pun tersembul…
Saat kalian bahagia, hatiku terasa hidup.
Namun mengapa semua terbang tak tentu.
Kenangan-kenangan pahit telah menggores masa kecilku.
Memporak-porandakan mahligai indah yang terbina bertahun-tahun.

Air mata Ayah – oleh Sharoh Widiasmara

Hari itu dia tersenyum
Namun air mata tetap mengalir di pipinya
Bagaimana mungkin seorang gadis kecil akan mengerti
Dulu memang aku bisa kau bohongi
Sekarang aku yang tersenyum
Namun air mata ku tetap mengalir
Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa kau bohongi
Tahukah kau aku telah menjadi dewasa?
ya Ela Oktaviani
Wahai Ayahku ..
Engkau bagaikan perisai ..
Yang mampu melindungiku ..
Dari mara bahaya datang yang berusaha melukaiku..
Ayah ..
Kasih sayangmu yang begitu tulus ..
Yang mampu menenangkan hatiku ..
Hingga aku terjaga dalam naungan hangatnya kasihmu ..

Pulanglah Ayah – oleh Septy Amalia

Didalam kesunyian malam..
Ku terdiam dan membisu..
Kadang kala hati ini brtany_tanya..
Mengapa kau tinggal kan qw ayah..
16 thun sudah brlalu..
Aku ynk dlu kecil skrang..
Sudah beranjak dewasa..
16 thun q menanti
kedatangan mu ayah..

patah hati

DITINGGAL KEKASIH
Oleh Salma Octavia Wisesa

Kini kuhanya bisa membayangkan,
membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
tanpa sanggup ku menyapa
dan hanya bisa mengenangmu dalam duka

Kini kau telah pergi
tanpa kau peduli tentang perasaanku
kau pergi dengan keangkuhanmu
kau tinggalkan kenangan yang hayakan rapuh ditelan waktu,
dan sisa sisa usiaku

Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu?
haruskah kuhentikan
detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu?
dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu?
mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku

LUKA HATI
Oleh Fauziia Nuer Afnhiie

Aku duduk terdiam di tengah kesunyian
menatap langit yang enggan berbicara
entah mengapa ia diam membisu seribu bahasa
apakah ia juga tau akan kesedihanku ?

Luka yang selama ini aku pendam
Sakit yang sangat mendalam
Sakit yang tak bisa terbendung lagi
Bagaikan pisau menggoreskan luka

Kau pergi bersama semua kenangan
jauh....jauh dan semakon jauh
meninggalkan aku sendiri
bersama luka dalam hati


MIMPI YANG HILANG
Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..

Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..

Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap

galau

KERINDUAN YANG MEMBUNUHKU
Puisi Shofiyati

Nanti..
Apakah kau masih mengingat diriku,,,
Mengingat kenangan kita..
Aku tak tau..

Apakah benar kau pergii..
Aku tak percaya itu,,
Aku ingin kau tetap disini..
Bersama ku slalu..

Biarkan waktu berhenti saat qt berdua,,
Melewati hal yang indah,,
Tak menjadi kenangan,,
Tapi hal yang selalu aku jalani..

Bawalah kerinduan ini..
Tak mampu ku menahan mu..
Tapi...aku sadar..
Rindu ini membunuhku..........
SEPI MENGAKRABI SUNYI
Puisi Muhammad Zaini

Dikala subuh
kau dan aku berdiang pada api unggun
yang membara dalam dada
lambungkan hasrat pada titik puncak rasa
lirih tawa beradu desah bersama butiran peluh
lalu kau bisikkan kata yang tak dapat ku mengerti

Baru aku sadari
bahwa subuh telah ditelan pagi
rebah bayang memanjang termangu sendiri
awan kelabu mengendap tak mampu endus
kemana tawamu pergi
sampai kini menantimu
seperti sepi mengakrapi sunyi
AKU BUKAN DIA ATAU DIRINYA
Puisi Emy Puji Hastuti

Aku bukan seorang foto model,
Hanya hobby ku saja gemar foto…
Aku bukan seorang penyanyi atau vocalist band,
Suara ku juga fals namun suka bernyanyi…
Aku pun bukan seorang dancer,
Tapi aku sedikit bisa dan memang menyukai menari…

Tak banyak ku cipta puisi…
Namun itu semua cukup tuk mengisi hati teman-temanku yang sepi
Pernah ku coba tulis cerita
Namun karya tak jua ada

Saat ini aku hanyalah aku
Bukan dia atau dirinya…bahkan bukan pula sesosok yang kau damba

Tak puas ku terima smua yang darimu untuk ku
Bukan aku tak tau rasa syukur…
Bukan pula ku takabur…

Hanya saja aku tak tau Bagaimana cara menghapus memori masa lalumu
Dengan dia dan dirinya…atau dengan siapa saja
Yang membuatku terluka…
PENJARA KESEDIHAN
Puisi Rian Aliyana

Wahai kekasihku,,
bisakah kau mendengarkan aku
walau kini tempat mu jauh berbeda
tak pernah terfikirkan dalam benakku

Aku rindu di dekatmu,,
kini engkau tiada
jauhlah hatiku kau letakan daalam samudra
kni tiada lagi bahagia yang aku rasa
kala hampa di temani duka,,

Tiada yang indah setelah engkau tiad
memukul sepiku, terusik jiwa ku
bebanlah semakin kian ku membisu
apa lah dalam benaku,,

Kau tak mungkin kembali di hadapanku
aku lemah,temanilah walau hanya sejenak
habiskan waktu untuk memikirkan kamu
semakin jauh semakin aku terluka

Ketika semua orang tersenyum dalam selimut bahagia
jatuhlah aku,air mata di pipiku
tiadaa yang menghapus tiada yang mengobati
engkau telah prgi, engkau telah mati
tinggalkan mulut yang terbungkam
penjara kesedihan
BAYANGAN MASA LALU
Puisi Uwenks_Maniez

Mesin waktu bergulir tiada henti
bayangan masa lalu kembali hadir menyapakuq..
membuatku tak bisa melihat dunia luas
bagaikan mata ini tertutup selendang hitam..

Masa lalu itu seperti bulan diatas kuburan
karna engkau telah berhasil melukai hatiku
lalu kau sembunyikan pisau itu
seolah kau hilngkan rasa bersalah

Kemana aku akan melangkah
akupun d'anggap darah yang beracun
hingga yang lainpun enggan mengusiknya
kemana lagi aku haruz mengadu
karna tak seorang pun yang menghiraukanku

Cintaku padamu begitu lembut
bagaikan embun dipagi hari
aku mencoba untuk berkaca
terbata...kaca lembut tak mampu
menggambarkan masa depanku
yang telah tenggelam oleh masa lalu cinta mu...
PERIH
Puisi Kanz

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu

Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…

Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu

Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…

Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….

Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..

Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja

Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..

Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???

Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…

Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…

ibu

IBU
Puisi Richard Fernando Putra Bela

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...
JASA TAK TERLUPAKAN
Puisi Patma

Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu
MALAIKAT DI DUNIA
Puisi Nanda LA Putra

Walau hari ini bukan hari ibu,,

Tetap kan ku ucap kata
I LOVE YOU MAH
Karena engkau pelita dalam kegelapan ku

Dan karna engkaui malaikat ku di dunia ini
Kasih mu,cinta mu,pelukan mu,dekapan mu
Bahkan kemarah,an mu!!!

Itu semua unt kebaikan ku
,,I LOVE YOU MAH
Aku sayang mama
Sampai Kapanpun....
 TANGISAN MATA BUNDA
Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku