CeritaLucu.Gen22.net - Dua orang pria tengah berpesta minuman
keras di pinggiran sebuah hutan. Dalam suasana teler, tiba-tiba hujan
datang bersamaan petir menyambar-nyambar. Berusaha mencari tepat
berteduh, tidak banyak berpikir, keduanya masuk mobil yang tengah di
parkir.
Mereka melompat masuk ke dalam mobil, seketika salah satu berusaha
menyalakan mobil dan melaju. Dengan 'ledakan' tawa bersama mereka pun
melanjutkan pesta.
Namun mendadak keduanya dikejutkan dengan munculnya seorang kakek yang
tiba-tiba muncul di luar jendela mobil sebelah kanan, dan mengetuk
jendela. Kakek tersebut terus mengetuk, sambil menahan rasa takut sang
pengemudi membuka sedikit kacanya. "Apa maunya kek?" sapanya.
Kakek tersebut dengan pelan menjawab, "Ada yang punya rokok gak?"
"Ya udah, beri dia Rokok! cepetan dan langsung tarik gasnya!" jawab sang teman pengemudi sambil berbisik.
Sambil meraba kantong celana dan memberikan sebatang rokok, keduanya
kompak langsung berteriak, "Injak gasnya!" sambil menaikkan kaca mobil.
Sekarang kecepatan mereka sekitar mencapai 80 Km/jam. Merka pun dalam
suasana kembali tenang dan mulai ketawa-ketawa melanjutkan pestanya.
"Gimana menurutmu kejadian tadi?" tanya sang teman.
"Gue juga gak tau, mana mungkin bisa terjadi? gue tadi udah lumayan cepat bawa mobil ni," jawab si pengemudi.
Kemudian tiba-tiba lagi ada ketukan, dan si kakek tua muncul lagi. "Ah,
dia datang lagi!" teriak temannya. "Ya udah, coba tanya apa yang dia mau
sekarang!" tambahnya.
Kembali sang pengemudi menurunkan jendelanya sedikit sambil gemetaran berkata, "ada apa kek?"
"Kamu ada korek gak?, tadi kamu ngasih," tanya si kakek tua dengan pelan.
Pengemudi itu melempar korek api keluar dari jendela, lalu sambil menaikkan jendela dan berteriak, "Injak gasnya!"
Mereka sekarang kira-kira telah mencapai kecepatan 100 Km/jam dan terus
melanjutkan minumnya, sambil mencoba untuk melupakan apa yang telah
mereka liat dan dengar sebelumnya.
Kemudian tiba-tiba lagi ada ketukan. "Oh Tuhan! Dia datang lagi!" katanya kesal dan takut.
Sambil menurunkan jendela dan berteriak dalam ketakutan, "Apalagi yang
kakek mau?" Kakek tua tersebut menjawab, "Kalian perlu bantuan untuk
keluar dari lumpur ga?"
Ada Pelangi di Setiap Hujan Posted on November 24, 2013 by arramuse | Leave a comment Pelangi itu tujuh warna. MEJIKUHIBINIU. Ia cantik jika bersama. Muncul setelah hujan, tapi tidak di setiap hujan. Siapa yang bisa terka kapan datangnya? Entah. Tujuh warna berbeda, melukiskan dirinya masing-masing, menciptakan keselarasan, memikat takjub yang melihatnya. Pelangi itu hadiah. Saat hujan turun, matahari enggan berdiam, dan munculah dia. Hujan pun terhibur karenanya, lalu terhenti. Menyibak gumpalan awan kelabu hingga mata dunia melihatnya. Yang dirasa bukanlah keindahan tujuh warna yang terlukis itu, tapi ketika tahu bahwa ketujuh pelangi itu ternyata ada. Meski tidak menampakan dirinya sekalipun di setiap hujan.
my friend
persahabatan akan terasa indah jika kita selalu bersama baik duka maupun suka.......
0 komentar:
Posting Komentar